Desa Kincang, Banjarnegara - Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat. Ditengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, pembinaan karakter dan kepribadian remaja menjadi sangat penting. Salah satu wadah yang dapat berkontribusi dalam pembinaan remaja adalah organisasi keagamaan, seperti Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Al-Muttaqien di Dusun Curug Tengah, Desa Kincang.
Ikatan Remaja Masjid Al-Muttaqien dibentuk sebagai wadah bagi remaja untuk berinteraksi, belajar, dan berkontribusi dalam kegiatan keagamaan serta sosial. Dengan adanya ikatan ini, diharapkan remaja dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman yang baik tentang agama. Mengenai hal tersebut saudara Khamdan Rubangi selaku ketua IRMAS Al-Muttaqien mengatakan “Tujuan utama kami adalah untuk membina akhlak dan karakter remaja agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memahami ajaran Islam dengan baik. Kami ingin menciptakan lingkungan yang positif bagi remaja untuk belajar dan berinteraksi.” Adapun kegiatan yang dilakukan oleh IRMAS Al-Muttaqien ada dua. Yakni, kegiatan tahunan seperti peringatan hari besar islam dan kegiatan rutin pengajian malam minggu kliwon.
Setiap hari Sabtu (malam minggu kliwon), IRMAS Al-Muttaqien mengadakan pengajian rutin yang diadakan di Aula TPQ Al-Muttaqien. Acara ini merupakan kegiatan yang sudah menjadi tradisi bagi remaja masjid untuk berkumpul dan belajar bersama. Adapun Susunan Acara sebagai berikut :
1. Pengajian dimulai dengan sambutan dari pembawa acara (MC) yang memperkenalkan kegiatan malam tersebut dan menyapa semua peserta yang hadir.
2. Setelah sambutan, mereka bersama-sama membaca Asmaul Husna, yaitu nama-nama baik Allah yang memiliki makna mendalam. Pembacaan ini bertujuan untuk mengingat dan memuji Allah.
3. Selanjutnya, mereka melakukan tahlil, yang merupakan doa yang dipanjatkan untuk arwah orang-orang yang telah meninggal, sebagai bentuk penghormatan dan doa agar mereka mendapatkan tempat yang baik disisi Allah.
4. Setelah pembacaan Asmaul Husna dan tahlil, acara dilanjutkan dengan pengajian kitab kuning. Kitab yang dibahas adalah Fathul Qorib, yang merupakan salah satu kitab yang sering digunakan untuk belajar ilmu agama. Dalam sesi ini, para peserta mendengarkan penjelasan dari pemateri mengenai isi kitab tersebut. Mereka juga diberikan kesempatan untuk bertanya tentang hal-hal yang belum mereka pahami. Sesi tanya jawab ini sangat penting karena membantu peserta untuk lebih memahami materi yang diajarkan.
5. Setelah semua kegiatan pengajian selesai, acara ditutup dengan penutup yang disampaikan oleh MC. Penutup ini biasanya berisi ucapan terima kasih kepada semua yang hadir dan harapan agar ilmu yang diterima dapat bermanfaat.
Setelah pengajian, para anggota IRMAS melanjutkan dengan kegiatan musyawarah. Dalam musyawarah ini, mereka berkumpul untuk membahas berbagai hal penting terkait kegiatan mereka kedepannya. Musyawarah ini adalah kesempatan bagi semua anggota untuk memberikan pendapat, merencanakan kegiatan selanjutnya, dan memastikan bahwa semua suara didengar. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun kebersamaan dan kerjasama diantara anggota remaja masjid.
Terkait hal diatas Gus Muhammad Hakim selaku Pembina IRMAS Al-Muttaqien mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi peran Ikatan Remaja Masjid Al-Muttaqien. Mereka tidak hanya fokus pada pembinaan agama, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang peduli dan bertanggungjawab.” Ungkapnya.